Opini Oleh : Astil Harli Roslan
Resource Orchestration Capability (ROC) merupakan pendekatan strategis yang menekankan pentingnya kemampuan manajerial suatu institusi dalam mengelola, mengombinasikan, dan memanfaatkan sumber daya secara efektif untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Konsep ini sangat relevan diterapkan di lingkungan pendidikan tinggi, di mana keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya yang dimiliki, melainkan seberapa baik sumber daya tersebut diorkestrasi untuk mendukung pencapaian visi kelembagaan.

Dalam kajian yang dilakukan oleh Frank Agyemang Duah, Bylon Abeeku Bamfo, dan John Serbe Marfo (2024), yang dipublikasikan dalam Cogent Social Sciences, dengan DOI: 10.1080/23311886.2024.2318880, berjudul Marketing Capability and Firm Performance: The Mediating Role of Resource Orchestration Capability, dijelaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada aset dan kapabilitas yang dimiliki, melainkan pada kemampuan mengorkestrasi sumber daya tersebut secara terarah agar mampu menciptakan nilai yang berkelanjutan. Kemampuan ini menjadi faktor penentu dalam upaya menciptakan sinergi antarfungsi dan antarkapasitas organisasi.
Langkah strategis STIE Enam-Enam Kendari dalam melakukan kunjungan akademik ke Australia pada 18 Agustus 2025 menunjukkan bagaimana ROC dapat diimplementasikan secara nyata di institusi pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, delegasi kampus yang dipimpin oleh Ketua STIE Prof. Dr. H. Abd. Azis Muthalib, SE., M.S., Ketua Yayasan Ichsanuddin Akbar, ST., M.M., dan Ketua LLDikti Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman, M.Si, berkesempatan bertemu Konsul Jenderal RI di Sydney, Bapak Pendekar Muda Leonard F. Sondakh. Agenda kunjungan ini meliputi penguatan jejaring internasional dan penjajakan kerja sama kelembagaan di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kerangka ROC, kunjungan ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk diplomasi akademik, tetapi juga sebagai aktivitas orkestrasi sumber daya menggabungkan potensi internal kampus dengan peluang eksternal secara terstruktur dan strategis. Kegiatan ini mencerminkan proses akuisisi (acquiring), penggabungan (bundling), dan pemanfaatan (leveraging) kapabilitas yang relevan untuk memperkuat posisi kampus dalam sistem pendidikan tinggi nasional maupun global.

Lebih jauh lagi, ROC juga dapat dijadikan sebagai pendekatan dalam memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian. Orkestrasi sumber daya penelitian melibatkan pengelolaan SDM dosen, jejaring penelitian, sumber pendanaan, fasilitas laboratorium, dan mitra kolaborasi baik nasional maupun internasional. Hasil kunjungan STIE Enam-Enam Kendari ke Australia berpotensi membuka peluang kolaborasi penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, hingga pengembangan proyek berbasis riset terapan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Dengan memanfaatkan hasil-hasil kunjungan tersebut secara strategis, kampus dapat meningkatkan kualitas riset sekaligus memperkuat reputasi kelembagaan dalam bidang ilmu ekonomi dan bisnis.
Dengan pendekatan ini, STIE Enam-Enam Kendari tidak hanya memperluas jaringan kerja sama, tetapi juga membangun fondasi institusional yang lebih adaptif dan berorientasi masa depan. Resource Orchestration Capability menjadi kunci dalam menciptakan sinergi antara visi kelembagaan, pelaksanaan Tridarma, dan tuntutan lingkungan eksternal yang terus berubah.
STIE Enam-Enam Kendari, melalui penguatan pendekatan orkestrasi sumber daya, menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan lulusan dan sivitas akademika yang mampu bersaing secara global. ROC bukan sekadar kerangka teoritis, tetapi dapat menjadi instrumen transformasi kelembagaan menuju standar pendidikan tinggi berkelas dunia.
Sumber : STIE 66 Kendari